Sponsor Link

Wednesday, August 18, 2021

LAMPUNG BARAT DAERAH PENGHASIL KOPI ROBUSTA TERBAIK

 

Kopi lokal Indonesia tak  kalah kualitasnya dari kopi bangsa lain. Bahkan, sudah diakui posisinya sebagai salah satu kopi terenak di dunia.Lampung Barat tersohor dengan tanahnya yang subur sejak dulu. Daerah itu penghasil kopi dengan jenis robusta favorit dunia.Kabupaten Lampung Barat merupakan pemekaran dari Kabupaten Lampung Utara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1991 tanggal 16 Agustus 1991. Ubi kotanya di Liwa.Daerah tersebut di dominasi oleh pantai dan bukit-bukit dengan ketinggian tanah 500 hingga .1000 di atas permukaan laut (mdpl).Taahnya subur.Dataran Lampung Barat pun memiliki perkebunan yang diunggulkan dari daerah tersebut adalah kopi dengan jenis robusta. Kopi robusta lampung menjadi penyumbang ekspor terbanyak bagi Lampung Barat dengan produksi 100.000 ton per tahun.Perkebunan Kopi LampungKabupaten Lampung Barat memiliki luas lahan perkebunan kopi sebesar 53 ribu hektare (ha). Kebun-kebun kopi tersebut tersebar di 15 kecamatan, lima kelurahan, dan 131 desa.Salah satu daerah perkebunan kopi di Kabupaten Lambung Barat adalah Liwa. Liwa yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Lampung Barat (LAMBAR), penghasil utama kopi robusta. Liwa memiliki luas lahan perkebunan 53.606 Ha, kapasitas produksi 52.645 ton kopi, dan baiknya semua perkebunan tersebut 100% dikelolah oleh rakyat sebanyak 35.737 KK petani kopi.Pada umumnya mata pencaharian masyarakat Lampung Barat adalah petani kopi atau tanaman perkebunan lainnya. Itu menjadikan kopi khas Lampung ini lambat laun menujukan peningkatan yang signifikan. 

 Dorongan dari pemerintah dalam memberikan arahan kepada petani agar menerapkan sistem tanam tepat guna menjadi salah satu faktornya.Dalam meningkatkan produksi tanaman kopi khas lampung serta sebagai langkah mempermudah petani kopi dalam melakukan perbaikan lahan yang sudah dianggap tidak produktif lagi, Kabupaten Lampung Barat, menjadi sentra ujicoba pengembangan sistem Somatik Embriogenesis (SE) tanaman kopi untuk Provinsi Lampung.Sistem ini akan berpengaruh besar pada produktifitas tanaman, sekaligus mengenalkan kepada petani akan sistem yang dapat memicu peningkatan hasil panen setiap tahunnya. Daerah Lampung Barat menjadi contoh terbaik di Provinsi Lampung dalam peningkatan produksi dan mutu kopi karena kualitas kopinya (robusta) terbaik nasional. Karena itu para petani disana sangat bahagia dengan adanya sandangan kopi lampung terbaik.Cita Rasa Kopi Robusta Lampung BaratBanyaknya titik perkebunan kopi di Indonesia akan menghasilkan beragam rasa green bean atau biji kopi mentah. Faktor yang menjadikan rasa tersebut beragam sebagai berikut :Jenis KopiSaat ini ada 3 jenis kopi yaitu kopi arabika, kopi robusta, dan kopi liberika. Kopi arabika memiliki tingkat keasaman tinggi dan pahitnya samar. Aroma dari kopi ini adalah buah, bunga, dan rempah.Kopi robusta memiliki rasa pahit dan aromanya lebih ke earthy dan nutty. Kopi Liberika ini sangat unik karena aromanya seperti buah nangka dengan kental dengan rasa pahit.Varietas KopiSaat ini di dunia terdapat 140 spesies tanaman kopi, baik itu galur murni (keturunan langsung) atau pun hibrida (persilangan). Kopi Robusta atau Liberika memiliki varietas kopi yang sangat sedikit bila dibandingkan dengan Kopi Arabika.TerroirTerroir ini adalah kondisi alam pada suatu daerah penanaman yang berpengaruh terhadap cita rasa buah yang dihasilkan pada tanaman tesebut. 

Terroir terdiri atas iklim cuaca, curah hujan, angin, struktur tanah, kemiringan tanah, sinar matahari, dan ketinggian.Penanganan Pasca PanenPerbedaan penanganan pasca panen terletak pada proses fermentasi buah kopi, yang biasanya ada tiga macam, yakni fermentasi ringan (proses basah/washed process), fermentasi medium (semi washed) dan fermentasi tinggi (dry process). Setiap prosesnya akan menghasilkan cita rasa kopi yang berbeda.Secara umum kopi Robusta Lampung Barat sendiri memiliki body tinggi, acidity rendah, dengan karakter earthy dan notes nutty, woody dan dark chocolate. Kopi lampung umumnya masih diproses secara tradisional atau natural.Harga Kopi Lampung Barat AsliHarga dari kopi lampung barat asli itu sendiri bermacam-macam. Semakin tanaman tersebut dirawat baik, buah dipetik secara tepat, dan proses penanganannya maka harga kopi tersebut akan tinggi. Catatan pentingnya dari harga kopi lampung barat, tidak akan melebihi harga kopi arabika.

Kopi lampung menjadi salah satu kopi jenis robusta asal Indonesia yang sudah cukup dikenal para pecinta kopi, dari dalam dan luar negeri. Lampung merupakan kawasan penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia. Hampir 70% pasokan kopi robusta Indonesia dihasilkan dari Lampung. Bahkan Indonesia dikenal sebagai negera pengekspor kopi robusta terbesar di dunia yang pasokannya kebanyakan dari Lampung.

Kopi lampung ini banyak digemari para pecinta kopi di negara-negara seperti Amerika Serikat, Belgia, Armenia, Bulgaria, Jepang, Jerman, Malaysia, Maroko, Hongkong, Mesir, India,Inggris, Italia, Singapura, Rusia, Yunani, Portugal dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan keistimewaan ini, masyarakat Indonesia boleh berbangga karena memiliki salah satu varian kopi robusta terbaik di dunia.

Kopi lampung menjadi salah satu kopi terbaik yang ada di Sumatera. Memiliki tekstur yang halus dengan rasa kuat dan kompleks. Memiliki rasa pahit yang pekat dan sedikit berbau coklat. Keunggulan aroma juga dimiliki oleh kopi lampung. Dengan cita rasa yang harum akan semakin menggugah selera para pecinta kopi robusta.

Selain karena kondisi alam yang mendukung subur tumbuhnya jenis kopi robusta, terkenalnya kualitas kopi lampung hingga keluar negeri juga karena ketelatenan para petani kopi di Lampung yang cukup bagus. Sistem panen yang dilakukan memilih dan memetik biji kopi yang berkualitas, meskipun dari jenis kopi robusta. Perawatan yang baik dan inovasi pengelolaan juga membantu meningkatkan kualitas dan mutu kopi robusta lampung yang mendunia tersebut.

Menikmati rasa kental dan pahit merupakan sensasi tak terlupakan saat menyeruput kopi robusta Lampung. Para pecinta kopi yang menyukai sensasi pahit tersebut akan menyukai jenis kopi robusta. Namun kekuatan kopi arabika pun terasa belum sempurna sebelum dipadukan dengan kopi robusta. Robusta merupakan penyempurna arabika.

Begitulah beberapa hal yang bisa anda kenal kaitannya dengan Kopi Lampung. Kopi ini memang termasuk dalam ragam kopi yang memiliki cita rasa dan juga wangi yang amat kuat. Selain itu , kopi ini juga berbeda dari kopi-kopi pada lazimnya. Kopi ini mengandung keasaman yang ideal sehingga juga cukup aman untuk dikonsumsi.

 

 

 

 

Wednesday, February 8, 2017

AKSARA LAMPUNG " HURUF INDUK DAN ANAK HURUF"



Aksara Lampung terdiri dari huruf induk, anak huruf, anak huruf ganda dan gugus konsonan, juga terdapat lambing, angka, dan tanda baca.
Disini kita hanya ingin mememaparkan apa itu huruf induk dan apa itu anak huruf, berikut kita simak:

1. Huruf Induk
Aksara Lampung disebut dengan istilah kaganga, ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan (pada Tabel 1 dibaca dari atas ke bawah). Huruf induk berjumlah 20 buah. Bentuk, nama, dan urutan huruf induk dikemukakan pada Tabel 1 dibawah ini.

Tabel 1 Huruf Induk


2. Anak Huruf
Anak huruf Kaganga ada 12 buah:



Nama masing-masing anak huruf itu adalah sebagai berikut:

A. Anak huruf yang terletak diatas huruf

1. ulan : dan

Ulan adalah anak huruf Kaganga berbentuk setengah lingkaran kecil yang terletak diatas huruf. Ulan terdiri atas dua macam: ulan yang menghadap ke atas melambangkan bunyi [i], sedangkan ulan yang menghadap ke bawah melambangkan bunyi [e].

2. bicek :

Bicek adalah huruf Kaganga berbentuk garis tegak yang terletak diatas huruf. Bicek melambangkan bunyi [e].

3. tekelubang : ang

Tekelubang adalah anak huruf Kaganga berbentuk garis mendatar (seperti tanda hubung dalam ejaan bahasa Indonesia) yang terletak diatas huruf. Tekelubang melambangkan bunyi [ng].

4. rejenjung : ar

Rejenjung adalah anak huruf Kaganga berbentuk yang terletak diatas huruf. Rejenjung melambangkan bunyi [r].

5. datas : an

Datas adalah anak huruf Kaganga berbentuk yang terletak diatas huruf. Datas melambangkan bunyi [n].


B. Anak huruf yang terletak dibawah huruf

1. bitan : dan

Bitan adalah anak huruf Kaganga yang terletak dibawah huruf. Bitan terdiri atas dua macam. Bitan yang berupa garis pendek mendatar – melambangkan bunyi [u] dan bitan yang berupa garis tegak melambangkan bunyi [o].

2. tekelungau : au


Tekelungau adalah anak huruf Kaganga berbentuk setengah lingkaran kecil yang terletak dibawah huruf. Tekelungau melambangkan bunyi [au].


C. Anak huruf yang terletak di kanan huruf

1.tekelingai : ai

Tekelingai adalah anak huruf Kaganga berbentuk garis tegak | yang terletak di kanan huruf. Tekelingai melambangkan bunyi [ai].


2.keleniah : ah

Keleniah adalah anak huruf Kaganga berbentuk seperti huruf ha, tetapi kecil . Keleniah melambangkan bunyi [h].

3.nengen : tanda huruf mati

Nengngen adalah anak huruf Kaganga berbentuk garis miring / yang terletak di kanan huruf. Nengngen melambangkan huruf yang berada disebelah kiri nengngen menjadi huruf mati.


Akan tetapi, untuk melambangkan bunyi [ng], [r], [n], [y], [h], atau [w], nengngen / tidak digunakan. Bunyi-bunyi itu dilambangkan dengan menggunakan anak huruf Kaganga berikut ini.




Untuk memperjelas keterangan diatas, perhatikanlah contoh penulisan yang salah dan yang benar dibawah ini.




Sekian . . .

Makna dan Filosofi dari Pakaian Adat Lampung


Makna dan Filosofi dari Pakaian Adat Lampung | Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang ada di Pulau Sumatera, terletak di ujung paling timur dari Pulau Sumatera. Masyarakat Lampung asli memiliki struktur adat yang tersendiri. Bentuk masyarakat hukum adat tersebut berbeda antara kelompok masyarakat satu dengan yang lainnya. Secara umum dapat dibedakan dalam dua kelompok besar yaitu masyarakat adat Saibatin dan masyarakat adat Pepadun

Suku bangsa Lampung yang beradat Saibatin (Pesisir) terdiri dari :


Kepaksian Sekala Brak
Keratuan Melinting
Keratuan Balau
Keratuan Darah Putih
Keratuan Semaka
Keratuan Komering
Cikoneng Pak PekonSuku bangsa Lampung yang beradat Pepadun (Pedalaman) dapat digolongkan menjadi

Abung Siwo Mego (Abung Sembilan Marga)
Mego Pak Tulang Bawang (Tulang Bawang Empat Marga)
Pubian Telu Suku (Pubian Tiga Suku)
Buay Lima Way Kanan (Way Kanan Lima Kebuayan)
Sungkay Bunga Mayang
Berdasarkan pembagian penduduk yang serba mendua ini maka Lampung dikenal sebagai Propinsi Sang Bumi Ruwa Jurai yang dapat diartikan “Bumi Yang Dua Dalam Kesatuan.”

Pada artikel yang telah lalu, kita sudah mengetahui mengenai 4 pakaian adat Lampung. Masyarakat Lampung memiliki pakaian adat yaitu yang menjadi ciri khas Lampung. Pakaian tersebut dikenakan sebagai baju adat sehari-hari dan juga pada saat upacara adat serta pakaian pengantin adat Lampung.

Bahwa dalam pakaian adat Lampung terdapat beberapa aksesoris dan unsur yang menjadi pelengkap wajib busana adat Lampung. Aksesoris tersebut memiliki makna dan filosisfi sebagaimana dibawah ini :


Siger
Sebagai Mahkota Adat Putri Lampung, terbuat dari bahan logam berwarna kuning keemasan, berbentuk gerigi lancip dan diatasnya berlekuk – lekuk. Dikenakan di kepala sebagai mahkota kehormatan / keagungan dan kebesaran adat yang dipakai pada upacara – upacara adat / begawi, maupun penobatan gelar atau acara – acara resmi menyambut tamu agung kenegaraan.

Pada Siger Pepadun terdapat 9 jurai yang melambangkan 9 marga asal Lampung. Konon pada zaman sebelum masehi di Skala Berak (pada saat penyebaran penduduk di Asia) di Bukit Pesagi terdiri dari kerajaan – kerajaan kecil, tapi mereka kalah oleh penduduk asli (suku tumi), di Bukit Pesagi itu terdapat pohon (meransa kepampang) yang disembah oleh suku tumi, pohon ini sejenis pohon nangka yang getahnya beracun, akarnya di atas dan daunnya dibawah sehingga membuat suku tumi tersebut mengusir para pendatang. Yang mengalahkan suku tumi tersebut adalah 9 orang dari perwakilan marga– marga, dari ke 9 orang tersebut 2 orang mati dan 7 orang selamat. Untuk menghormati mereka maka pada siger pepadun dibuat 9 puncak – puncak. Tapi pada siger pesisir hanya terdapat 7 puncak, konon dikarenakan mereka hanya menghitung orang yang kembali saja



Kopiah emas
Seperti siger, kopiah emas juga dipakai dikepala pengantin. Bedanya, kopiah ini dipakai oleh pria. Berbahan kuningan bertahta hiasan karangan bunga, penutup kepala ini bentuknya seperti kopiah bulat ke atas dan ujungnya beruji-ruji tajam.




Ikat Pujuk/ Kikat Akinan

Merupakan ikat kepala dari kain, biasa dipakai oleh pria. Karena ujungnya berbentuk lancip sehingga disebut pujuk (pojok). Ikat kepala ini dulu merupakan pakaian orang yang sudah tua. Kalau bujang biasanya memakai Pandan atau Peci yang diikat oleh hiasan seperti duri berbentuk daun pandan.
Ada beberapa cara mengikat kain ini sehingga menjadi ikat kepala, diantaranya :
Gulos Kirik (Gula Merah), kain tersebut diikat dari depan, segi tiganya
dibelakang, dipakai oleh orang tua yang sudah turun jabatan atau kedudukan.
Punai Meghem (Burung Sedang Mengeram), kain diikat dari samping kanan dan segitiganya disamping kiri, ikat ini merupkan pakaian penyimbang yang maksudnya sebagai pelindung bagi rakyat / muridnya.
Tanjak, kain tersebut diikat dari belakang dan segi tiga atau lancipnya ada di depan.


Bellatung
Sebuah sanggul yang berbentuk malang, dikarenakan pada zaman dahulu wanitanya berambut panjang dan jika bersisir dililitkan menjadi seperti angka delapan atau memalang.


Gharu
Merupakan hiasan sanggul berbentuk siger kecil yang dibawahnya terdapat sisir untuk ditusukkan di sanggul. Tapi sekarang gharu ini bisa juga tanpa sisir melainkan ditusukan seperti tusuk konde. Gharu ini dulu dipakai sebagai pakaian sehari – hari yang melambangkan kecantikan dan keanggunan seorang wanita.


Kembang Melati/ Kembang Melur
Sebuah hiasan sanggul yang dililitkan di atas sanggul penari, terbuat dari kertas atau kain yang berbentuk kembang melati dan berarti suci dan murni. Kembang melati ini dimaksudkan untuk menambah keindahan dan kecantikan penari.


Peneken

Sebenarnya Peneken ini tidak termasuk pakaian adat, tetapi dalam perkembangannya dibuat sebagai penahan siger agar tidak lepas dan merusak dandanan. Penekan merupakan hiasan kepala wanita/putri baik yang tidak mengenakan maupun mengenakan Siger atau Pesangko. Hiasan ini terbuat dari kain buludru yang berhiaskan pernak pernik.


Bebe

Nama salah satu unsur pakaian adat putri lampung yang berbentuk daun bunga teratai berwarna putih, yang dikenakan sebagai penutup bahu dan dada. Bebe ini ada setelah Indonesia merdeka, dulu pakaian yang dipakai hanya kain sampai ke dada seperti kemben jawa, tapi setelah perkembangan zaman masyarakat memakainya untuk kesopanan sebagai penutup aurat juga untuk menambah keindahan sebuah pakaian.


Gelang Bibit

Gelang ini dipakai pria maupun wanita, berbentuk lingkaran pipih dan tipis terbuat dari logam berwarna kuning keemasan. Dikatakan bibit karena gelang ini berada paling awal dari pergelangan tangan, dimana bibit itu sendiri berarti mula, awal atau benih. Awalnya ukiran yang terdapat pada gelang ini tidak berlubang– lubang tapi sekarang untuk menambah keindahan gelang ini ukirannya dibuat berlubang– lubang.


Gelang Ruwi

Sebuah gelang yang dipakai bersama– sama dengan gelang bibit, kano dan gelang burung oleh pria maupun wanita, terbuat dari logam berbentuk gerigi seperti kulit durian berwarna kuning keemasan. Gelang ini dipakai setelah gelang bibit yang melambangkan keberanian dalam menjaga keamanan dan sebagai penangkis jika ada penjahat yang menyerang.


Gelang Kano

Gelang ini tercipta karena pengaruh dari agama hindu, yang dipakai baik pria maupun wanita. Gelang ini lebih besar dari gelang ruwi, berbentuk belah rotan terbuat dari bahan logam berwarna kuning keemasan, Gelang ini melambangkan kejayaan, kekayaan dan kegagahan.


Gelang Burung

Sebuah gelang adat pria dan wanita, yang dipakai di bahu seperti ikat bahu pada tarian jawa tradisional, berbentuk seekor burung terbuat dari logam kuning keemasan. Gelang ini melambangkan kebebasan, dipakai di atas lengan karena burung biasanya ada di atas. Gelang ini ada karena pengaruh dari agama hindu.


Pending

Sebuah ikat pinggang yang berukir burung merak melambangkan kekuasaan, keagungn dan kewibawaan, dipakai oleh pria dan wanita. Pending ini ada karena pengaruh dari derah luar Lampung, tetapi tidak diketahui dengan jelas dari mana asal muasal sebenarnya dikarenakan hampir seluruh daerah di Indonesia mempunyai ikat pinggang seperti ini.


Bulu Serette

Sejenis ikat pinggang, yang dipakai oleh pria, dan mempunyi fungsi sebagai pengikat untuk keamanan pakaian agar rapih. Terbuat dari kain buludru yang dihiasi bundaran keemasan dimana bundaran tersebut ada 7 atau 9 buah yang melambangkan status sosial si pemakai. Tetapi sekarang telah dimodifikasi dengan motif – motif ornament keemasan lainnya. Bulu serette ini berasal dari Lampung asli sejak kerajaan Tulang Bawang.


Buah Jukun

Merupakan Aksesoris asli Lampung yang ada sejak kerajaan Tulang Bawang. Buah Jukun adalah kalung adat berupa rantai berbentuk bulat bergerigi yang dipakai oleh para pria dan wanita, terbuat dari bahan logam berwarna kuning keemasan. Dinamakan Buah Jukun konon disebabkan karena bentuknya seperti batang jukun yang berduri – duri dan mempunyai maksud sebagai lambang kekuasaan si pemakai dalam mempersatukan masyarakatnya, dulu semakin banyak seseorang memakai Buah Jukun ini maka semakin tinggi status sosialnya.


Papan Jajar/ Bulan Temanggal

Sebuah kalung bersusun tiga yang terbuat dari logam keemasan. Kemungkinan kalung ini berasal dari pendatang / daerah lain, karena kalung ini sama dengan kalung dari daerah – daerah lain di luar Lampung. kalung ini melambangkan pertahanan diri.


Selapai

Merupakan pakaian adat putri / wanita, semacam kain selendang yang diselempangkan dari bahu. Sebenarnya selapai ini dulu terdiri dari kain selendang Jung Sarat, Kain Cindai, Kain Sebagi, Kain Putih atau Merah, Hitam dan Kuning, yang keseluruhannya disebut Selapai Pa’. Kain – kain tersebut melambangkan status sosial seseorang, semakin banyak seseorang memakainya maka semakin tinggi status sosialnya. Selapai ini berasal dari Kerajaan Tulang Bawang.


Selempang Pinang

Merupakan Selapai yang diselempangkan saling melintang. Sekarang selempang mengalami perubahan bentuknya, perubahan itu terjadi sesudah kemerdekaan kira-kira pada tahun lima puluhan. Konon perubahan ini terjadi dikarenakan pada zaman Penjajahan Jepang dimana pada saat itu barang – barang habis, dan untuk melengkapi barang – barang tersebut tidak ada sehingga dibuatlah yang lebih praktis, sekarang bentuknya terbuat dari logam kecil – kecil ditambah dengan pecahan kain – kain yang dipakai menyelempang.


Sabik Inuh

Sebuah kalung lampung asli yang dipakai oleh pria dan wanita, berbentuk bulat telur yang bergandengan, terbuat dari logam berwarna kuning. Kalung ini melambangkan kebulatan tekad, kesatuan dan mudah pikiran.


Pengunten/ Tepak

Sebuah peralatan tari sembah yang dibawa oleh salah seorang penari, sebagai tempat sekapur sirih yang disuguhkan kepada salah satu tamu agung / pejabat tinggi yang hadir dalam upacara tersebut. Sebagai sarana perkenalan, penghormatan dan penymbutan dalam tata cara Lampung. Terbuat dari logam berbentuk kotak kuning keemasan.


Pangsi

Sebuah celana polos berwarna hitam, putih atau apa saja berbentuk komprang atau longgar setinggi dibawah lutut. Dibuat komprang / longgar agar langkah menjadi bebas, dulu celana ini dipakai sebagai pakaian sehari hari.


Belah Buluh

Sebuah baju polos warna hitam atau putih atau warna apa saja, bentuknya hampir berupa teluk belanga, tapi baju ini terbelah seluruhnya sampai bawah, kemungkinan dikarenakan di daerah lampung merupakan daerah tropis / panas maka dibuatlah pakaian yang lebih praktis dan mudah dibuka. Dulu pakaian ini merupakan pakaian sehari – hari orang Lampung.

Kawai Putuk dan Tilang

Merupakan sebuah baju putih yang berlengan pendek bernama Kawai Putu’, sedang yang berlengan panjang disebut Kawai Tilang . di Pepadun Kawai Tilang dipakai oleh anak Sutan sedangkan Kawai Putu’ dipakai oleh orang biasa.

Tanggai

Tanggai artinya jari, agar jari kelihatan indah dan lentik maka dibuatlah hiasan dari logam keemasan untuk menutupi jari tersebut. Tanggai melambangkan kehalusan dan kecantikan dari putri – putri raja. Tanggai ini berasal dari pengaruh agama Hindu.

Tapis

Sejenis kain tenun asli berbenang emas warna – warni, merupakan unsur kelengkapan pakaian adat. Kain ini dikenakan terutama oleh kaum wanita saat upacara – upacara adat perkawinan maupun penobatan gelar.

Demikian Sobat Tradisi, macam-macam unsur dalam busana adat Lampung serta makna dan filosofi pakaian adat Lampung. Semoga bermanfaat.

Tips Membuka DeepFreeze di Komputer



Tips cara Membuka file di komputer yang ada Aplikasi deepfreezenya, namun sebelumnya saya akan sedikit menguraikan apa itu deepfreeze..yang dimaksud DeepFreeze secara umum yaitu suatu aplikasi program yang sengaja di install ke system komputer tertentu contoh diwarnet,Rental komputer,kantoran dll dengan tujuan memBlock file yang baru masuk pada saat komputer itu dalam keadaan dioperasikan, dan setelahnya apabila komputer di restart maka komputer akan kembali ke aplikasi semula. tentu saja semua data dan aplikasi yang baru di masukkan atau dibuat akan terblock / hilang dengan sendirinya.

Hal ini biasa dilakukan untuk mencegah masuknya virus baru atau aplikasi baru ke komputer tsb,

Tips komputer kali ini saya akan coba membahas bagaimana cara dan Tips membuka deepfreeze di komputer, agar teman-teman yang lain yang kebetulan menemukan atau menggunakan aplikasi deepfreeze ini namun lupa passwordnya, bisa membuka tanpa mengetahui passwordnya. namun INGAT ! jangan dilakukan ini untuk kepentingan yang merugikan pihak lain dan hal-hal negatif.

dan untuk perusahaan pembuat dan pencipta deepfreeze ini berasal akan saya bahas dikesempatan lain saja. yang terpenting tips komputer kali ini membahas membuka deepfreeze.

Tips Membuka deepfreeze di komputer dan penjelasannya:
Buka download "XDeepFreeze" di link : http://geocities.com/macancrew/xdeepfreeze.zip
buka file dengan cara extrack ke C:\xdeepfreeze
Jalankan "Run Me.exe" yang akan menghasilkan file "mcr.bat" dan "xdeepfreeze.exe" akan terload
Pada Xdeepfreeze, tekan Stop "xdeepfreeze" untuk menghentikan "frzstate.exe"
Pada Xdeepfreeze, tekan "Clean Registry" untuk membersihkan registry yang dibuat deepfreeze pada saat install.
untuk masuk ke dos command prompt atau mode Ms-Dos, jalankan "Command.com" ( sudah ada dan disertakan pada"xdeepfreeze.zip")
Jalankan perintah "mcr.bat" (berisi perintah yang akan menghapus file "PersifRz.vxd")
Ketik "Exit" untuk kembali ke windows dan Deepfreeze sudah tidak aktif lagi.

Tips Komputer, CaraKedua Membuka Deepfreeze :

Kalau cara diatas kurang mengerti dan belum berhasil, ikuti cara berikut :

Gunakan uninstall the software deepfreeze, pertama deepfreezenya harus di Disabled dulu dan setelahnya baru anda uninstall.

Perhatikan ini :

To Disable Deepfreeze :
Tekan Tombol keyboard shift, terus Doubleclick pada icon Deepfreeze, atau Alternatifnya : Tekan Ctrl-Alt-Shift-F6, Nantinya akan terlihat Password Dialog.
Enter Password lalu klik Ok walaupun password ga sesuai anda bisa tetap bisa klik Ok, hal selanjutnya anda akan melihat dialog with boot options.
Pilih "boot thawed" dan click Ok.
ini akan membuat Disable Deepfreeze waktu komputer di reboot ulang.
silahkan Restart komputer anda, dan setelahnya anda siap untuk uninstall deepfreeze.

To Uninstall Deepfreeze :

Hal pertama untuk bisa uninstall deepfreeze, Cari Letak file instalasi pada saat anda install deepfreeze, Secara default filenya " DF5std.exe "untuk ver 5.x dan " DF6std.exe " untuk ver 6.x. untuk ver 7 dan terbaru bisa dicoba disamakan dengan mencari inisial File DF7 dst.
Jalankan file instalasinya (DF5std.exe atau DF6std.exe)
Pilih Option uninstall sampai Finish.
Silahkan Reboot /Restart ulang komputer anda, dan kali ini Deepfreeze sudah hilang Permanen.

Panduan lengkap budidaya ikan Lele






Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.


Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan betjuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi. Pada kesempatan kali ini alamtani akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele segmen pembesaran.



Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele


Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele. Setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada.


Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita akan membahas kolam tanah, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan. Sebagai pengetahuan tambahan, silahkan baca cara membuat kolam ikan. Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut:
a. Pengeringan dan pengolahan tanah


Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering.


Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.


Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah.


Bersamaan dengan proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam. Lumpur tersebut biasanya berbau busuk karena menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan ikan.
b. Pengapuran dan pemupukan


Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor.


Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.

Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota air seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.
c. Pengaturan air kolam


Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Biarkan kolam tersinari matahari selama satu minggu.


Dengan kedalaman seperti itu, sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Air kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan.


Setelah satu minggu, benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.


Pemilihan benih ikan lele


Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya.


Kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. BBPBAT mengembangkan ikan lele sangkuriang karena kualitas lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.


Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan lele dan teknik pemijahan ikan lele.
a. Syarat benih unggul


Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan tersebut menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik.


Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.
b. Cara menebar benih


Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan benih dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.


Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.


Menentukan kapasitas kolam


Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.


Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.
Pakan untuk budidaya ikan lele


Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.


Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.
a. Pemberian pakan utama


Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.


Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa.


Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.


Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari.


Ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih banyak pada sore dan malam hari. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.
b. Pemberian pakan tambahan


Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.


Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.


Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.


Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.
Pengelolaan air


Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.


Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.


Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.
Pengendalian hama dan penyakit


Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.


Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.


Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.
Panen budidaya ikan lele


Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.


Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.

By : Alamtani

Contoh Pidato Bahasa Lampung dengan tema " Lingkungan Cadang "



LINGKUNGAN CADANG






Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh.


Sai terhormat ibu gukhu, seghta ghek-ghek sai ku bangga ko.


Peghtama – tama payu lah gham manjatko puji seghta syukur kehadirat Alloh SWT, uleh berkat rahmat-Ni gham dapok kuppul di ruangan hinji delom keadaan sehat. Sholawat seghta salam kekalau selalu telippah cughah jama junjungan gham nabi Muhammad saw, uleh usaha ni ngajagh ghek nyebarko agama islam gham dapok pandai hepa jalan sai benogh ghek hepa jalan sai salah.


Manusia sebagai penguasa lingkungan ngedok peranan sai balak delom kelestarianni. Alloh nyipta ko manusia delom bentuk sai paling buyun. Kidang cuba gham pikighko, manusia sai di cipta ko ngedok akal mengapi lamon sai mak haga mikigh ngejaga ghek ngerawat lingkunganni. Padahal seno keuntungan bagini, misalni ya dapok sehat, makmur, bahagia jama keluaghga. Malah sebalik ni, semisal lingkungan ni kumuh, jelas gaoh lamon penyakit sai di timbulko. Mangkung muneh bencana – bencana sai bagheh, tanno tiliak gham banjir dipa – ipa. Mak dapok ti buhungi melamon ulah manusia, gham ngakuk contohni yakdo ngetokko sampah sembarangan. Akibatni fatal, halian tesumbat, alighan wai mak lancar akhirni tegenang wai dipa ipa alias mak jaoh jak banjir. Betul api mawek?


Puaghi – puaghi sunyinni.


Banjir lain mak dapok dicegah, tattu dapok ki gham sebagai warga masyarakat teghok beupaya nyegahni. Contohni ngelalui program-program pemeghintah injuk lomba kebeghassihan pekon, gotong royong pembeghassihan alighan halian ghek lamon sai baghehni. Kidang asing helau ni program pemeghintah semisal mak ngedok kesadaran anjak diri gham masing-masing seno gegoh percuma. Uleh seno, payu lah gham jejama ngerawat lingkungan gham. Untung ya untung bagi gham tenggalan.


Sampai dija lah pidato singkat sai dapok ku sappaiko, kantu wat tutur kata sai kughang berkenan ekam ngilu mahaf seghelom hati. Teghima kasih munih peghhatian ghek waktu sai dikeniko jama ekam.






Akhir kata, Wassalamu alaikum waromatullohi wabarokatuh.






By : Agus Riyanto

Thursday, November 12, 2015

Internet Download Manager 6.25 Build 3 + Crack

Internet Download Manager 6.25 Build 3 + Crack


Internet Download Manager 6.25 Build 3 + Crack is the ultimate acceleration software for your downloading. IDM 6.25.3 Full will allow you to drastically speed up your downloads by up to 5 times! This is one of the essential program that is a must-have in your arsenal of softwares! No more waiting for downloads to finish, using the slow and poorly optimized built-in download managers on your browsers. IDM 6.25.3 patch Multilingual will give you the ability to pause, resume and stop the files being downloaded. IDM 6.25 Build 3 serial number can now resume downloading, when somethings goes wrong, for example if you encounter a connection problem, or if you encounter a power outage, or a critical system crash. Internet Download Manager 6.25.3  is known for its user-friendly user interface that allows for an easy use for both experience and non-experience people. What makes IDM achieve such spectacular high speed downloads is the use of a highly advanced technology called segmentation which results of a very fast process of downloading several parts of the same file at the same time. IDM + patch is available multilingual, that means it comes in many languages, including but not limited to:  English, Spanish, Arabic, French, Chinese, Japanese, German, Portuguese, Russian.
Internet Download Manager 6.25 Build 3 patch has a very smooth and painless integration with most if not all popular Web browsers, including: Google Chrome, Mozilla Firefox, Apple’s Safari, Internet Explorer (IE), Opera, as well as other less known browsers. IDM can surely resume the download of files of interrupted process, due to a problem such as a sudden network disconnection and so on. It also comes with dynamic segmentation that dramatically helps to download files much faster than other internet managers. You can also have the ability to preview archived files such as Rar and Zip files and see what’s inside of them, even before they fully download.
What makes Internet Download Manager a killer software is the ability to automatically download and save videos on your hard drive from many popular video hosting websites such as YouTube. IDM 6.25 Build 3 full version has a complete proxy and protocols support, like : HTTP and HTTPS, FTP.
IDM 6.25 Build 3 Free Download including Crack Patch Serial, Internet Download Manager (IDM) 6.25.3 Full + Crack + Patch, (IDM) 6.25 Free Cracked Keygen Latest– free idm registration and Internet Download Manager cracked version free download. 32 bit 64 bit.

How to Install:
1. Install IDM by double-clicking “idman625build3.exe”
Note: you don’t have to exit or close IDM if running.
2. Run “32bit Patch build 03.exe” if you have a 32bit OS
or
Run “64bit Patch build 03.exe” if you have a 64bit OS
3. That’s it! Enjoy the simplest IDM installation ever

Tuesday, October 6, 2015

Mistery Gunung Pesagi Sejarah Aksara Kaganga dan Sang Bumi Ruwa Jurai

Kepulauan Sumatera pernah didatangi bangsa Yunan dari daratan Indo-Cina pada abad Sebelum Masehi. Bangsa ini sebelum datang secara besar-besaran, mereka masuk Nusantara dengan kelompok-kelomp­ok kecil.
Mereka membawa berbagai kebudayaan antara lain falsafah/­ajaran Buddha dan aksara/tulisan kaganga. Khusus di Lampung sekarang dikenal dengan tulisan Lampung karena pada zaman modern ini Lampunglah yang lebih dulu mengangkat aksara kaganga tersebut. Adapun daerah Lampung dahulu merupakan kesatuan dengan daerah pusat Kerajaan Saka di sebelah selatan Bukit Barisan dalam wilayah Sumatera bagian selatan, yaitu Kerajaan Aji Sai dekat Danau Ranau, Lampung Barat sekarang. Di Sumatera bagian selatan, khususnya di Sumatera Selatan, aksara kaganga dikenal dengan nama tulisan ulu dalam wilayah pedalaman Batanghari Sembilan di Jambi, dikenal dengan nama tulisan encong, di Aceh dengan tulisan rencong, di Sumatera Utara/Batak dengan tulisan pustaha/­tapanuli.


Di wilayah kepulauan nusantara ini yang memakai tulisan kaganga hanya di Pulau Sumatera dan Sulawesi (ada 22 wilayah) dan di luar wilayah tersebut memakai tulisan/aksara pallawa/­hanacaraka yang berasal dari India sesudah masuk abad Masehi bersama dengan ajaran/­falsafah Hindu, yang kemudian hari berkembang di Pulau Nusa Kendeng/Pulau Jawa sekarang dan Bali. Di pusat Kerajaan Saka/Aji Sai, raja-rajanya adalah titisan penjelmaan Naga Sakti/Nabi Khaidir a.s., dalam rangka mengemban tugas Tuhan Yang Maha Esa dengan menurunkan hukum inti Ketuhanan (falsafah Jaya Sempurna) sepanjang zaman. Jadi masuknya bangsa Yunan terjadi beberapa tahap yang jaraknya berabad-abad serta membaur dengan penduduk asli Nusantara (yaitu Kerajaan Saka/Aji Sai) yang merupakan cikal bakal Kerajaan Sriwijaya kecil di wilayah pedalaman Bukit Barisan sebelah barat, yaitu Bukit Raja Mahendra (Raj(Raje Bendare). Di Pagar Alam Lahat, tepatnya di antara perbatasan 3 provinsi; Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu lokasi tersebut sampai saat ini belum terungkap dan masih merupakan misteri bagi bangsa Indonesia. Untuk mengungkapnya perlu dipelajari tulisannya, yaitu kaganga atau pallawa (hanacaraka).




Asal Nama Sumatera
Dalam catatan sejarah yang ada hingga saat ini, Pulau Sumatera ini ditemukan Angkatan Laut Kerajaan Rau (Rao) di India yang bernama Sri Nuruddin Arya Passatan tahun 10 Saka/88 Masehi yang tercantum dalam Surat Peninggalan pada Bilah Bambu tahun 50 Saka/128 M yang ditandatangani Ariya Saka Sepadi, bukan Sri Nuruddin Angkatan Pertama yang datang dari Kerajaan Rao di India.
Karena tidak ada kabar beritanya angkatan pertama, dikirim angkatan kedua yang dipimpin langsung Putra Mahkota Kerajaan Rao di India Y.M. Sri Mapuli Dewa Atung Bungsu tahun 101 Saka/179 Masehi. Dengan 7 armada (kapal), mereka berlabuh di daratan Sumatera tepatnya di Pulau Seguntang atau Bukit Seguntang sekarang di Palembang, Y.M. Sri Mapuli Atung Bungsu memerintahkan Arya Tabing, nakhoda kepal penjalang untuk mendirikan pondokan dan menera (menimbang) semua sungai yang berada di wilayah Pulau Seguntang tersebut. Demi mengikuti amanat Ayahanda Kerajaan Rao di India, berganti-ganti air sungai ditera (ditimbang) Arya Tabing atas titah Y.M. Sri Mapuli Dewa Atung Bungsu, sebelum Arya Tabing menimbang semua air sungai, beliau bertanya kepada YM, sungai mana yang harus ditera (ditimbang), dijawab YM, semua Tera (yang maksudnya semua air sungai yang ada ditimbang).


Dari kata-kata beliau itulah asal nama Sumatera hingga saat ini yang tercatat dalam surat lempengan emas tahun 10 Saka/88 Masehi serta surat dari bilah bambu pada tahun 101 Saka/179 Masehi yang sampai saat ini belum ditemukan bangsa Indonesia, dan berkemungkinan sekali bertuliskan/­aksara kaganga atau pallawa/­hanacaraka di wilayah Sumetera bagian selatan.
Setelah ditimbang angkatan Arya Tabing, didapatlah air sungai/Ayik Besemah dari dataran tinggi Bukitraja Mahendra Mahendra (Bukit Raje Bendare) mengalir ke barat dan bermuara di Sungai Lematang wilayah Kota Pagar Alam (Lahat).
Puncak Gunung Pesagi sangat menakjubkan, ketinggian gunung ini mencapai 2.200 meter di atas permukaan laut. Keindahan dan keaslian alam di sekitar Gunung Pesagi masih terjaga, hal ini merupakan suatu daya tarik tersendiri. Dari puncak gunung ini, pengunjung dapat menikmati keindahan wilayah Lampung Barat, Danau Ranau, permukiman masyarakat OKU, laut lepas Krui, dan laut lepas Belimbing.
Puncak Pesagi memiliki jalur pendakian yang menantang. Di area yang dilewati terdapat berbagai tanaman yang menarik seperti jenis anggrek yang beraneka ragam dan aneka satwa liar mulai burung hingga binatang buas. Siapapun yang melintasi kawasan ini dilarang untuk mengambil dan memetik bunga-bunga, apalagi berburu binatang. Semua pengunjung harus menjaga lingkungan, tidak boleh membuang sampah sembarangan.


Konon, di puncak Pesagi terdapat tujuh sumur, yang satu di antaranya kadangkala mengeluarkan aroma seperti minyak wangi. Tidak semua orang bisa mendapatkan air dari sumur itu. Menurut warga, hanya pendaki yang "berniat bersih" yang bisa mendapatnya. Pendaki yang tidak ramah lingkungan atau tidak memiliki niat baik, tidak akan mendapat air dari sumur itu.
Puncak Pesagi terdapat di wilayah Pekon (desa) Hujung, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat.
Mentari terik di atas kepalaku, tapi aku masih harus berjalan dua puluh kilo meter ke arah utara. Lewati bekas belukar, rimba, beberapa sungai dan bebukitan. Ada yang mengganjal sesak selama tujuh puluh purnama penuhi dada ini, dan sebentar lagi akan pecah terburai, setidaknya itu pikirku kala harus alihkan rasa rindu yang kian melilit dan menyimpul di nadiku.
Ya, kerinduan yang terperangkap dalam labirin ingatanku ini tak beberapa lama lagi akan kubuncah-ruah dengan secangkir kopi hangat bersama orangtuaku di beranda rumah panggung kami.
Sampailah aku pada dataran berpasir yang sering disebut pasiran. Kala aku kecil tempat ini cukup terkenal, sering dibicarakan orang dan banyak digilai laki-laki namun dibenci para istri. Di sini ada sebuah warung yang besar dan ditempati para pelacur. Yang tak kalah gemparnya atas kabar yang tersiar dari tempat ini, ketika suatu malam kawanan gajah dari hutan di sebelah timur mengobrak-abrik­ tempat ini hingga sporadis. Beberapa pelacur terluka.
Masyarakat di sekitar kami mempercayai bahwa gajah adalah penjaga semesta, dan bila dia sudah keluar dari hutan dan mengamuk berarti ada yang salah dengan perbuatan kami. Setelah tragedi itu para pelacur pergi entah kemana. Dan sejak itu tempat ini menjadi tempat yang ditakuti karena sering dijagai oleh kawanan gajah. Mentari meredup bersama gerimis yang lembut.
Sampailah aku di sebuah lembah, di sana ada beberapa orang yang sedang istirahat mengumpulkan tenaga untuk lewati tanjakan yang melingkari bukit di depan kami. Wajah-wajah mereka terlihat sayu dan pucat seperti mayat. Mungkin saja karena kelelahan, pikirku. “Mau naik juga, pak?” tanyaku untuk menyebut daerah di sekitarku pada salah satu orang dari mereka.


Tak ada sapa atau senyum segurat pun yang memberi isyarat jawaban pertanyaanku. Sepertinya mereka terlalu larut dalam kelelahan sehingga tak perlu sapa atau percakapan. Karena tdak ada respon dari mereka, aku berjalan mendekati parit kecil untuk meminum beberapa teguk air dari pancuran bambu yang ada di tepi lembah itu. Sebelum keringat habis kuputuskan untuk meneruskan perjalanan.
Baru seperempat dari jauhnya tanjakan itu aku sudah kelelahan dan menepi dari jalan untuk mengirup udara dalam beberapa tarik nafas. Orang-orang yang tadi kutinggal di lembah sudah dapat menyusulku. Mereka berjalan zig-zag pada bidang jalan yang lebarnya kira-kira empat kepas tangan orang dewasa untuk memotong keterjalanannya­ sambil mendendangkan lagu-lagu yang iramanya aneh!
Mereka mendahuluiku dan aku mengikuti mereka dari belakang. Langkah yang konstan dengan barisan zig-zag dan senandung lagu aneh bernuansa mistis melenyapkan rasa lelahku. Mencapai pertengahan tanjakan senandung tadi berganti tangisan lirih namun tak lepas dari telingaku, semakin lama kian dekat. Sambil tetap berjalan aku mengamati asal muasal tangisan itu.
Rupanya tangisan itu berawal dari orang yang berada di paling depan barisan dan diikuti oleh orang-orang di belakangnya sampai pada orang yang berada di depanku. Dalam hati aku bertanya apa yang mereka tangisi. Untuk bertanya pada orang di depanku tak mungkin karena mereka tetap berjalan dan dari lembah tadi mereka tidak saling sapa begitu pun kepadaku.
Suasana itu semakin membuatku ingin tahu apa yang membuat mereka menangis. Kuputuskan untuk mendekat dan bertanya dengan orang di depanku.
Baru saja aku mau mempercepat jalanku tiba-tiba aku teringat seorang kakek berdarah biru dari Kerajaan Kenali, kerajaan tertua di lampung yang pernah menceritakan asal mula dinamainya sebuah bukit yang sedang aku lalui ini.
Banyak sekali legenda yang diceritakan oleh kakek yang bernama Aul. Hampir setiap menjelang petang, kakek Aul selalu bertandang ke rumah kami dan biasanya dia menceritakan asal muasal nama tempat seperti bukit, gunung, lembah, dan danau. Salah satu cerita yang masih kuingat adalah nama bukit yang sedang kulalui ini. Bukit ini bernama Miwang.
Dalam bahasa lampung, miwang berarti tangis atau menangis. Nama itu diberikan pada bukit ini karena konon setiap orang yang melewati bukit ini selalu menangis oleh jalan yang terjal dan tanjakan yang sangat panjang. Ini kali pertama aku melihat langsung orang yang menangis melewati bukit ini.
Tadinya aku menganggap cerita kakek Aul hanya dongeng karena tak pernah ada orang menangis atau melihat orang menangis ketika melewati bukit ini. Anehnya masyarakat di sekitarku sepakat dengan nama itu. Kini cerita itu kulihat sendiri, seperti menegaskan bahwa cerita itu memang ada dan bukan dongeng.


Tangis itu belum berhenti dan kabut yang mulai turun semakin naik. Kami semakin masuk dalam kabut tebal yang menyerupai dinding-dinding­ kapas putih dingin dan lembut hingga jarak pandangku hanya beberapa langkah saja. Semakin lama berjalan hawa dingin semakin menyerangku, perlahan-lahan hingga langkahku mulai pelan dan aku sudah tidak dapat melihat orang-orang yang tadi di depanku.
Badanku semakin menggigil kedinginan dan kakiku sulit untuk dilangkahkan. Kabut bertambah tebal seolah dinding kapas putih yang dingin dan lembut itu tak pernah habis. Meski kulalui, dia semakin menyergapku, membalut, dan semakin erat melilitku hingga organ tubuhku sulit digerakkan!
Mataku membelalak tapi hanya bisa melihat putihnya kabut saja. Kurasakan tubuhku sudah membeku dan tiba-tiba pecah jadi tangis keras sekali hingga kabut yang menyelimutiku tadi berdenyar beberapa langkah dari tubuhku.
Namun, badanku tetap dingin seperti es dan tangisku melirih tapi tak sebutir pun air mata mengalir dari sudut muara mataku. Aku tetap menangis lirih dan saat kakiku mulai bisa kulangkahkan lagi, aku kembali berjalan. Suara tangis mereka ada di antara tangisku dan itu satu-satunya petunjuk arah jalanku. Tangis itu seperti menjadi awal dialog antar a kami untuk saling memberitahu jalan yang licin, berbatu, dan berlubang. Tangis telah menjadi bahasa baru bagiku untuk tetap meneruskan perjalanan pulang.
Langkahku semakin ringan dan mantap selesaikan tiap tapakan, dan tangis-tangis itu mulai menyayup dan hilang satu per satu. Dinding-dinding­ kabut telah habis dan kami sudah sampai di puncak Bukit Miwang. Ada perempatan di sana, sebagian mengambil arah timur dan sisanya ke barat.
Tak ada salam perpisahan di antara kami, namun mereka tetap menatap dingin ke arahku ketika sudah berada di belokan arah yang beda. Tatapan mereka seperti menandai yang bisa terciri dari tubuhku dan seolah berkata suatu saat nanti kita akan bertemu di tempat yang sama lagi.
Aku hanya tersenyum dan menjawab dalam hati: iya, kita akan bertemu lagi! Kemudian mereka berbalik teruskan perjalanannya. Aku tak mengikuti salah satu arah yang mereka ambil karena orangtuaku tinggal di arah utara dari aku berdiri sekarang. Aku terus berjalan menuruni sisi Bukit Miwang ke arah utara, melewati danau kecil di lembahnya yang airnya jernih dan ditumbuhi genjer, kangkung liar, enceng gondok, semanggi dan teratai yang sedang berbunga berwarna jingga di tengah danau.


Beberapa katak dan ikan kecil bermain membuat gelombang pada airnya. Aku teringat kembali orang-orang asing yang tadi melewati Bukit Miwang bersamaku. Seingatku tidak ada perkampungan atau Talang di dua arah yang mereka tuju. Jalan yang mereka lalui tadi hanya jalan untuk mencari rotan atau berburu saja.
Mereka tadi tak seperti pencari rotan. Baju yang dipakai tipis, pasti robek jika tersangkut duri rotan. Dan mereka tidak membawa parang yang panjang dan tajam, hanya badik yang diselipkan di pinggang mereka. Jika mau berburu, itu tidak mungkin lagi karena tidak ada anjing bersama mereka, tidak ada tombak, siding atau lafon.
Bukankah sebelah barat Bukit Miwang adalah belantara yang belum terambah bernama Mabhu? Mereka pasti tidak akan bisa kembali tanpa peralatan senjata yang cukup untuk membela diri. Binatang-binata­ng di sana sangat banyak dan buas-buas.
Sedangkan yang ke arah timur tadi akan tersesat karena mereka menuju Gunung Pesagi, gunung yang terkenal angker di daerah kami. Pohon-pohon dan lumut-lumut di sana mengacaukan arah. Mereka hanya akan berputar-putar mengelilingi tempat yang sama kemudian kelelahan, kehabisan bekal, terus mati kelaparan dan jadi hantu penunggu gunung itu.
Kecuali dia bertemu salah satu juru kunci yang ditugaskan oleh Kerajaan Kenali untuk menjaga empat penjuru lerengnya. Mereka akan selamat, karena petunjuk-petunj­uknya dapat menangkal bahaya dan mengurai misteri Gunung Pesagi.
Tapi sangat sulit untuk bertemu salah satu penjuru kunci karena dia berpindah-pinda­h dan terlalu lama hidup di hutan. Kata kakek Aul, mereka sudah sulit dibedakan dengan binatang: kadang menyerupai babi, kijang, lutung bahkan dapat menjelma pepohonan.
Hanya orang yang berniat baik dan tak memikirkan diri sendiri yang dapat bertemu dengan juru kunci dan selamat memasuki Gunung Pesagi. Tak terasa aku sudah hampir sampai rumah. Tinggal beberapa langkah lagi kakiku sudah berdiri di dalam areal tanah perkebunan kopi orangtuaku yang ditanami andong merah sebagai tanda pembatasnya. Rumahku berada di tengah perkebunan, dengan jalan masuk selebar dua kepas. Aku tidak lewat jalan masuk tapi menyusup di antara pohon kopi berharap kedatanganku jadi kejutan.


Rumahku sudah terlihat. Aku semakin mengendap-endap­ memperhatikan beranda pada rumah panggungku, tempat kami biasa melepas lelah dan bercerita dengan secangkir kopi. Langit berwarna lembayung tapi mataku masih mampu melihat bapak dan ibuku bercakap di beranda. Mereka belum melihatku melainkan melihat pucuk pohon randu di sampingku; ada yang ditatap ibu khusuk di situ.
Kudekati pohon itu dan kugoyang-goyang­kan hingga beberapa buahnya jatuh tapi ibu tetap tak berkedip sedikit pun, sedang bapak masih menggali nikmat dari tembakau yang dilinting dengan daun nipah dan sekali-sekali mengaliri tenggorokannya dengan beberapa teguk kopi. Kugoyangkan lagi pohon randu itu. Ada seekor burung yang terbang dan kemudian kembali pada dahannya dan berkicau keras berulang-ulang.
Ibuku berdiri sambil berkata, “Pak, anak kita pulang!” “Mana?” Jawab bapak, sambil melihat ke arah halaman rumah. “Itu, di pucuk pohon randu, bukan di halaman.” “Mana, tidak ada! Yang ada hanya burung kedasih yang sedang berkicau.”
Ibu tiba-tiba menangis keras menelan kicau burung kedasih sambil berkata terpatah-patah.­ “Meski aku tak melihatmu, aku tahu kamu pulang, anakku! Setiap sela nafasku, aku selalu meminta nabi Nuh mencarimu dan membawamu pulang bersama perahunya.”
Bapak berteriak lantang sampai gemanya menyeruak kesunyian bukit dan lembah-lembah. “Bapak apa aku ini...yang tidak bisa lagi mengetahui kabar dari bahasa semesta ini.”
Bapak sujud sambil tersedu. "Pohon randu, pohon randu Telah kutrima kabar dari dahanmu Kedasih, kedasih Rindu itu telah sampai dari kicaumu"

Lumba Lumba Teluk Kiluan Provinsi Lampung


Teluk Kiluan adalah sebuah tempat wisata yang terletak di Desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan, Sumatera atau berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat kota Bandar Lampung. Tempat ini merupakan tempat migrasi bagi sekumpulan ikan lumba-lumba jenis mulut botol.


 

Sejarah

Mengenai sejarah atau asal-usul kiluan. Sebetulnya banyak legenda yang bercerita tentang Kiluan, tapi ada satu legenda yang sampai sekarang masih beredar dan dipercaya oleh Masyarakat sekitar. Legenda berawal saat era mulai runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Islam masuk Indonesia. Di kawasan yang awalnya Umbul atau perlambangan masyarakat Pekon Bawang, dikenal seorang pendatang yang sangat tinggi kesaktiannya. Dia bernama Raden Mas Arya yang berasal dari daerah Banten atau Malaka. Raden Anta Wijaya sangat dikenal Pemberani. Namun, banyak kerabatnya yang tidak senang kepada dia dan berusaha untuk membunuhnya.
Karena itu, akhirnya Raden Anta Wijaya meminta kerabatnya yang ingin membunuh dirinya tersebut agar membawanya ke Pulau yang saat ini bernama Pulau Kiluan. Sebab, dia hanya bisa dibunuh di Pulau itu, selanjutnya Raden Anta Wijaya dibunuh di Pulau tersebut. Karena kesaktiannya yang belum terkalahkan, dia bisa tahu kapan ajalnya akan tiba.

Konon, kumpulan Lumba-Lumba di Teluk Kiluan adalah yang terbesar di Asia. Bahkan, di Dunia. Wisatawan yang berminat menyaksikan dari dekat Lumba-Lumba di Habitat aslinya bisa menyewa Perahu Katir. Jika beruntung, Wisatawan juga bisa menyaksikan Penyu Hijau, yang di waktu-waktu naik ke permukaan Laut. Belum puas menikmati alam pemandangan di Teluk Kiluan, pengunjung bisa menginap di sana. Hanya, kondisi penginapan memang belum terlalu bagus.
Di Pulau ini anda dapat melihat kumpulan Lumba-Lumba yang jumlahnya ratusan ekor. Setidaknya ada dua jenis Lumba-Lumba di perairan ini, spesies pertama adalah Lumba-Lumba Hidung Botol (Tursiops Truncatus) dengan badan yang lebih besar dan pemalu. Spesies yang kedua adalah Lumba-Lumba Paruh Panjang (Stenella Longirostris) yang bertubuh lebih kecil dan senang melompat.

Selain itu Anda juga bisa keliling Pulau dengan Perahu Katir sambil menikmati pemandangan yang indah. Sore hari, Anda bisa melihat primata berbulu hitam dan bersuara nyaring saling bersahutan. Ya, siamang (symphalangus syndactylus) dan Simpai (Presbythis Melalops) serta Kukang (Nycticebus Coucang). kerap sekali terlihat meloncat dari satu pohon ke pohon lain. kicauan burung pun terdengar hampir di setiap pagi dan sore yang mampu menyejukkan pikiran. Jika beruntung, Wisatawan juga bisa menyaksikan Penyu Hijau (Chelonia Mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate), yang di waktu-waktu tertentu menepi ke Pantai.
Belum lagi jika Anda ke Kiluan pada saat Bulan Purnama. Wah…keindahan sang purnama bakal menimbulkan rasa takjub kepada Sang Maha Pencipta. Bagaimana tidak, cahaya Bulan jatuh di atas permukaan air Laut hingga membuat terang benderang. Keindahan alam ini bakal menjadi kenangan yang tak mudah dilupakan begitu saja




Teluk ini mempunyai pemandangan alam serta pantai yang cukup memukau. Hamparan pasir pantainya berwarna putih dan lembut. Cukup serasi dengan air lautnya yang berwarna biru jernih. Tidak jauh dari teluk ini terdapat satu obyek wisata lainnya yakni Pulau Kelapa atau disebut juga Pulau Kilauan. Pulau ini merupakan sebuah pulau kecil yang berada di tengah teluk.
Selain berenang maupun snorkeling, di teluk ini Anda juga bisa melihat atraksi dari sekumpulan ikan lumba-lumba. Atraksi dari sekumpulan ikan lumba-lumba ini biasanya bisa Anda lihat di pagi hari sekitar pukul 06.00 – 10.00 WIB. Namun untuk dapat menyaksikkan atraksi ini Anda terlebih dahulu harus menyewa perahu kecil atau Jukung.

Dengan perahu kecil atau Jukung tersebut Anda akan dibawa ke tengah laut dimana para lumba-lumba berkumpul. Biaya sewa setiap Jukung tersebut berkisar antara Rp 250.000,- hingga Rp 300.000,- dan setiap jukung dapat menampung hingga tiga orang penumpang. Waktu tempuhnya sekitar dua puluh lima menit perjalanan dari bibir pantai. Dari jarak dekat maka Anda bisa melihat sekumpulan ikan lumba-lumba yang berenang bahkan melompat di sisi perahu yang datang seolah-olah ingin menyambut kedatangan Anda.

 

Fasilitas

Teluk Kiluan memang belum dialiri listrik, kebanyakan penduduk setempat menggunakan genset untuk penerangan. Sinyal telepon genggam juga masih sulit didapatkan di tempat ini. Namun jangan khawatir karena di teluk ini disediakan beberapa tempat penginapan sederhana dan nyaman. Biaya sewa per kamarnya berkisar antara Rp 150.000,- hingga Rp 300.000,-. Untuk makan juga disediakan oleh penginapan tersebut namun akan ada biaya tambahan.
Menu yang disajikan biasanya hidangan khas Lampung yakni pepes ikan yang dimakan dengan sambal yang terbuat dari durian. Teluk ini rata-rata dihuni oleh masyarakat keturunan Bali karena dahulunya tempat ini merupakan desa transmigrasi dari Pulau Jawa serta Bali. Sehingga jangan heran bila selama perjalanan menuju ke tempat ini Anda akan disuguhi dengan beberapa pura yang ada.

 

Akses 

Teluk Kiluan berjarak sekitar 80 kilometer dari Bandar Lampung dan waktu tempuhnya sekitar tiga hingga empat jam perjalanan.
Rute yang bisa dilalui bila Anda dari Jakarta adalah :
Jakarta-Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakaheuni-Teluk Betung-Pasawaran-Kiluan. Kondisi jalan untuk menuju ke tempat ini memang cukup sulit dan menantang. Sebagian kondisi jalannya ada yang belum beraspal dan berlumpur. Jadi disarankan jangan menggunakan mobil sedan untuk menuju ke tempat ini.
Namun jangan khawatir karena medan perjalanan yang cukup berat akan terbayarkan bila Anda telah sampai di tempat tujuan. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke tempat ini adalah sekitar bulan April hingga September dimana musim kemarau sedang berlangsung.


Matahari terbenam merupakan salah satu pemandangan yang menarik. Cahaya merah keemasan memberikan sensasi luar biasa, betapa indahnya panorama sunset, lebih indah lagi jika anda bisa menyaksikan matahari terbenam dari pantai di Teluk Kiluan Lampung. 

Teluk Kiluan Lampung menjadi salah satu tempat wisata terbanyak akan lumba-lumba di laut lepas di mana anda akan bisa melihat ribuan lumba-lumba di laut Teluk Kiluan Lampung.



Saturday, October 3, 2015

Alasan Harus Bangga Dengan Lampung

Menara Siger, Pintu Gerbang Provinsi Lampung

Jangan hanya begal yang kamu ketahui tentang Lampung, terlalu sempit jika kamu Cuma tahu segudang begal ada di Lampung. untuk itu, kamu harus tau beberapa fakta menarik tentang Provinsi Lampung.
Ribuan Lumba-Lumba ada di Lampung
Aktifitas Berwisata dengan Lumba-Lumba
Lumba_lumba Sedang Bermigrasi
Lampung menyimpan kekayaan fauna yang cukup mencengangkan, bagaimana tidak jika, Lampung sebagai pelintasan lumba-lumba terbesar di dunia,  yang terdapat di wilayah teluk kiluan. Kabar menyebutkan terdapat ratusan ribu lumba-lumba yang lalu lalang di pantai tersebut. Berita tersebut telah diunggah situs pemerintah Indonesia.travel serta berita seperti okezone, viva dan kompas .
Lampung Menjadi Rumah Gajah Sumatra dan Terbesar
Kelompok Gajah di Way Kambas
Harus diakui bahwa Way Kambas Sebagai tempat penangkaran Gajah terbesar di Dunia. Dengan diisi oleh spesies Gajah Sumatra.
Waduk Terbesar se-Asia Tenggara
Pemandangan Batu Tegi
Jarak Dari Kejauhan
Walau sekarang sudah tidak lagi menjadi waduk terbesar se-Asia tenggara yang pernah disebutkan oleh berita Vivanews pada peresmian beberapa dekade lalu. Batu Tegi tetap menjadi salah satu waduk terbesar yang dimiliki oleh Provinsi Lampung.

Laboratorium Alam Vulkanik terbesar di Dunia ada di Kepuluan Krakatau
Anak Gunung Krakatu, Kini Masuk Sebagai Kawasan Laboratorium Alam (Vulkanik)
Ilustrasi Letusan Gunung Krakatu
Letusan  krakatu menjadi peristiwa bersejarah yang sangat kelam, ratusan ribu orang tewas dan iklim bumi sempat berubah beberapa hari. namun, kini kepulauan krakatau menjadi salah satu tempat penelitian bagi ilmuan bumi.

Ombak Tanjung Setia Tertinggi dan Belum Banyak di Kenal
Aktifitas Peselancar
Aktifitas Peselancar
Seperti yang telah dilansir situs resmi pemerintah yaitu Indonesia.travel, ombak yang ada di Pantai Tanjung Setia menjadi ombak tertinggi di dunia dan terbaik untuk berselancar di dunia. Hal itu disurvey Menurut para peselancar dunia. Namun sayang tempat tersebut belum maksimal dalam pengelolaannya.

Potensi Penyokong Energi Geothermal Terbesar di Dunia ada di Lampung
Sorang Wanita Sedang Berwisata di Suoh, Sebagai Salah Satu Potensi Panas Bumi di Indonesia
Aktifitas Alam di Suoh
Walaupun tidak masuk posisi pertama atau kedua, Lampung memiliki potensi energi terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan Sumut. sedangkan Indonesia merupakan Negara yang mempunyai kekayaan energi Geothermal terbesar di dunia dan salah satunya berasal dari Lampung. tapi sayang belum maksimal dalam memanfaatkanya

High Class Coffe, Tidak Usah di Ragukan Lagi
Kopi siap panen
Ilustrasi hasil kopi
Sudah tidak diragukan lagi bahwa Lampung penghasil kopi Robusta dengan kualitas terbaik dan terbesar di dunia. Setiap tahun Lampung mendistribusikan 48.000 ton biji kopi.

Andalan Lada Dunia ada di Provinsi ini
Lada muda
Lada Hitam dan Lada Putih
Lada Hitam Lampung dan Lada Putih Bangka menjadi pemasok terbesar di dunia setelah Vietnam. Di era 80.an, Indonesia sebagai pemasok 80% kebutuhan lada dunia dan sebagian besar berasal dari Lampung.

Nyari Udang, Lampung itu Tempatnya
Hasil Olahan Udang

Lampung menjadi satu-satunya provinsi yang berhasil menyuplai kebutuhan udang nasional hingga 60% dari puluhan Provinsi.


Ketela Pohon Juga Bisa On The World
Tanaman Pohon ini Banyak kamu temui di Lampung
Kitela

nah, singkong juga masuk sebagai daftar ke unggulan Lampung loh, sejak tahun 2004 Indoensia menjadi penyuplai Singkong terbesar di dunia, seperti yang dikeluarkan FAO Global Cassava Market Study, Roma. daaan hasil singkong di dominasi dari Lampung


Gula yang Kamu Konsumsi itu bisa jadi dari Lampung
Asal Mu Asal Gula

Gula Pasir


Gula juga sebagai andalan hasil bumi Lampung dan rata-rata di kelola oleh perusahaan besar. Gula yang dihasilkan terbesar kedua di Indonesia setelah Jatim.


SENJATA TRADISIONAL MASYARAKAT LAMPUNG